market

BUMI Tembus Level Rp 300: Akuisisi Dua Tambang Jumbo Jadi 'Bensin' Reli Harga Saham

BUMI Tembus Level Rp 300: Akuisisi Dua Tambang Jumbo Jadi 'Bensin' Reli Harga Saham
BOGOR, 10 Desember 2025 – Pergerakan harga saham emiten tambang batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan hari ini, saham BUMI sukses menembus level psikologis Rp 300 per saham, melonjak signifikan dari kisaran Rp 270-an pada pekan sebelumnya.

Kenaikan agresif ini dinilai bukan sekadar spekulasi pasar semata, melainkan respons tertunda (delayed response) namun bertenaga terhadap aksi korporasi strategis yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2025, khususnya terkait akuisisi dua aset tambang baru.

Ekspansi Anorganik: Dua Tambang Penopang Cadangan
Sentimen utama yang menjadi "bensin" bagi kenaikan harga BUMI adalah keberhasilan perusahaan merampungkan akuisisi dua tambang strategis pada kuartal sebelumnya. Langkah ini dinilai para analis sebagai manuver krusial untuk menjamin keberlangsungan cadangan (reserves) jangka panjang perusahaan.

"Pasar mulai memfaktorkan (pricing in) potensi pendapatan tambahan dari dua tambang baru yang diakuisisi tahun ini. Tambang pertama difokuskan untuk memperkuat pasar ekspor ke China dan India, sementara tambang kedua memiliki spesifikasi kalori tinggi yang margin labanya lebih tebal," ujar Analis Senior Sektor Energi, Budi Santoso.

Integrasi kedua tambang ini ke dalam portofolio BUMI tidak hanya meningkatkan total volume produksi tahunan, tetapi juga memperbaiki struktur biaya operasional melalui efisiensi infrastruktur yang terintegrasi.

Akumulasi Senyap dan Ledakan Volume
Secara teknikal, kenaikan ke level Rp 300 ini sudah terendus melalui pola pergerakan volume perdagangan. Sebelum harga melonjak, indikator On-Balance Volume (OBV) telah menunjukkan tren kenaikan divergen, yang mengindikasikan adanya fase akumulasi atau pembelian masif oleh investor institusi dan market maker saat harga masih tertahan di area Rp 270.

"Kenaikan hari ini adalah konfirmasi breakout dari fase konsolidasi panjang. Volume transaksi yang meledak hari ini memvalidasi bahwa kenaikan ini didukung oleh aliran dana besar (smart money), bukan sekadar ritel," tambah pengamat pasar modal.

Faktor Pendukung Lainnya
Selain faktor akuisisi, reli harga saham BUMI juga didukung oleh beberapa sentimen positif eksternal:

Harga Komoditas Stabil: Harga batubara global yang tetap bertahan di level yang menguntungkan menjelang musim dingin di belahan bumi utara turut menjaga margin keuntungan perseroan.

Perbaikan Neraca Keuangan: Dengan arus kas yang semakin kuat pasca-akuisisi, BUMI dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam melunasi kewajiban utang dan bahkan berpotensi membagikan dividen yang lebih menarik bagi pemegang saham.

Hilirisasi Batubara: Komitmen BUMI dalam proyek gasifikasi batubara menjadi dimetil eter (DME) juga menjadi katalis positif jangka panjang yang disukai oleh investor asing yang peduli pada isu ESG (Environmental, Social, and Governance).

Dengan tembusnya level resisten Rp 300, pelaku pasar kini mencermati apakah BUMI mampu mempertahankan momentum ini untuk menguji level resisten selanjutnya di Rp 340 - Rp 350 dalam waktu dekat.
Kembali ke Halaman Utama